Proses Pembagian Vaksin Pertama

Release Date:2022-02-12 10:48
towfiqu-barbhuiya-cOH3j5lQDYo-unsplash
Sejak ramai dan melonjaknya kasus positif Covid-19 di Indonesia, pemerintah berupaya keras mencari solusi pencegahan penyebaran virus Covid-19. Sudah banyak cara yang dilakukan oleh pemerintah untuk mencegah meningkatnya kasus positif di Indonesia, salah satu nya dengan pemberian vaksinasi kepada seluruh masyarakat Indonesia sebagai bentuk pencegahan diri dari virus Covid-19.

Vaksin pertama diberikan kepada bapak Presiden Indonesia, yaitu bapak Ir. Joko Widodo pada awal tahun 2021 tepatnya pada tanggal 13 Januari, oleh dokter kepresidenan prof. Dr. Abdul Muthalib di Istana Presiden.

Vaksin yang disuntikkan kepada bapak Presiden adalah vaksin buatan Sinovac, yang nanti nya akan diberikan serentak dan bertahap kepada petugas kesehatan dan masyarakat.

Vaksin Sinovac atau CoranaVac itu sendiri adalah vaksin untuk mencegah infeksi virus SARS-CoV-2 atau biasa disebut Covid-19. Vaksin ini mengandung virus SARS-CoV-2 yang sudah tidak aktif. Penyuntikan vaksin ini akan memicu sistem kekebalan tubuh untuk mengenali virus yang sudah tidak aktif yang akan memproduksi antibodi untuk melawannya sehingga tidak tejadi infeksi Covid-19. Vaksin ini sudah mendapat izin penggunaan darurat dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia.

Vaksin SinoVac diberikan kepada dewasa, anak-anak dan ibu hamil dan menyusui. Khusus untuk ibu hamil diberikan pada usia minimal 12 minggu kehamilan dan usia maksimal 33 minggu kehamilan dengan dosis yang sudah ditentukan.

Ada 4 Tahap yang dilakukan pada saat pemberian vaksin, yaitu :
1. Pendataan dan verifikasi calon penerima vaksin.
2. Pengecekan fisik dan riwayat penyakit.
3. Penyuntikan Vaksin oleh vaksinator (Petugas Kesehatan)
4. Pemberian sertifat Vaksin.

Efek samping yang ditimbulkan setelah vaksin :
1. Nyeri atau bengkak di area penyuntikan
2. Demam
3. Mual
4. Badan terasa lelah
5. Sakit kepala
6. Nafsu makan meningkat

Share to:
Informasi Lainnya
Other Information