PANTAU PERKEMBANGAN VAKSINASI DI INDONESIA
Bersama-sama pantau dan peroleh informasi mengenai perkembangan vaksinasi di Indonesia

PERKEMBANGAN VAKSINASI DOSIS PERTAMA
-
TOTAL VAKSINASI DOSIS 1
-
TENAGA KESEHATAN
-
PETUGAS PUBLIK
-
MASYARAKAT UMUM
-
USIA 12 SAMPAI 17 TAHUN
-
LANJUT USIA
PERKEMBANGAN VAKSINASI DOSIS KEDUA
-
TOTAL VAKSINASI DOSIS 2
-
TENAGA KESEHATAN
-
PETUGAS PUBLIK
-
MASYARAKAT UMUM
-
USIA 12 SAMPAI 17 TAHUN
-
LANJUT USIA
SEKILAS TENTANG VAKSIN
Vaksin adalah sediaan biologis yang digunakan untuk menghasilkan kekebalan adaptif terhadap penyakit infeksi tertentu. Biasanya, vaksin mengandung agen atau zat yang menyerupai mikroorganisme penyebab penyakit dan sering kali dibuat dari mikroorganisme yang dilemahkan atau dimatikan, dari toksinnya, atau dari salah satu protein permukaannya.

Agen dalam vaksin merangsang sistem imun agar dapat mengenali agen tersebut sebagai ancaman, menghancurkannya, dan mengingatnya agar sistem imun dapat kembali mengenali dan menghancurkan mikroorganisme yang berhubungan dengan agen tersebut saat ditemui pada masa depan. Vaksin dapat bersifat profilaksis (misalnya untuk mencegah atau memperbaiki dampak akibat infeksi patogen pada masa depan) atau terapeutik (misalnya vaksin terhadap kanker).

Vaksin berasal dari kata variolae vaccinae (cacar sapi). Istilah ini dibuat oleh Edward Jenner (yang mengembangkan konsep vaksin dan menciptakan vaksin pertama) untuk menyebut penyakit cacar sapi.
SEKILAS TENTANG VAKSINASI
Vaksinasi adalah pemberian vaksin untuk membantu sistem imun mengembangkan perlindungan dari suatu penyakit. Vaksinasi merupakan salah satu bentuk dari imunisasi. Vaksin sendiri mengandung mikroorganisme atau virus dalam keadaan lemah, hidup atau mati, atau mengandung protein atau toksin dari organisme.

Dalam merangsang kekebalan adaptif tubuh, vaksin membantu mencegah tubuh menjadi sakit akibat penyakit infeksi. Ketika sebagian besar populasi telah divaksinasi hingga mencapai persentase tertentu, kekebalan kelompok akan tercapai. Kekebalan kelompok melindungi mereka yang mungkin mengalami gangguan sistem imun dan tidak bisa divaksinasi.

Efektivitas vaksinasi telah dipelajari dan diverifikasi secara luas. Vaksinasi merupakan metode yang paling efektif untuk mencegah penyakit infeksi; kekebalan luas sebagai efek vaksinasi berperan besar dalam pemberantasan variola di seluruh dunia dan eliminasi penyakit seperti poliomielitis dan tetanus di banyak negara-negara di dunia.

Namun, beberapa penyakit, seperti campak di Amerika Serikat, telah mengalami peningkatan kasus karena tingkat vaksinasi yang relatif rendah pada tahun 2010-an, yang sebagian disebabkan oleh keraguan terhadap vaksin. Penyakit pertama yang dicegah dengan inokulasi kemungkinan besar adalah variola.